Mahasiswa…..Bangkitlah !

Redefinisi Mahasiswa

Maha-siswa,apakah itu artinya siswa yang maha segalanya ?.Kalau menginduk pada KBBI, mahasiswa ialah pelajar perguruan tinggi. Didalam realitas pendidikan Indonesia,mahasiswa menduduki tahta pendidikan  yang tertinggi karena tidak semua warga mampu mencapainya selain karena paling “mahal,juga di sisi lain sulit untuk mengaksesnya.Keterbatasan kemampuan menangkap pelajaram adalah kendala lain yang bisa menjadi contoh.Mahasiswa ibarat raja,raja adalah pemegang tahta tertinggi sebuah kerajaan,tidak semua orang bisa menjadi raja,tidak mudah mendapat gelar raja,itu saja ? Tidak,Raja adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam sebuah kerajaan dengan wewenang dan tanggung jawab yang luar biasa besar,begitu pula mahasiswa yang menduduki tahta pendidikan tertinggi.Amanah atau tanggung jawab yang di”paksa”kan lebih tinggi daripada pengamen dan pelacur.Apakah ini artinya mahasiswa adalah kaum ekslusif yang sulit didekati seperti raja ? Nanti dulu,sobat !

Menurut Knopfemacher,mahasiswa merupakan insan insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi,dididik dan di harapkan menhadi calon calon intelektual.Jelas dan gamblang,mahasiswa punya beban sebagai calon intelektual ! Jika melihat mahasiswa yang benar benar mahasiswa apakah yang menurut kalian akan muncul ? Jika saya katakana bahwa mahasiswa adalah pemuda/pemudi berintelektual yang  melek dengan perubahan sosial ,setujukah kalian ? Jika tidak setuju,saya menantang anda yang menolak untuk membuat tulisan penyanggah bukan umpatan atau makian khas ABG. Kita tidak berbicara realitas,sobat ! Kita berbicara idealnya,kawan.. maka mari kita lupakan sikap skeptis dan senyum pesimis kita !

Seperti halnya dengan kepala desa,kepala RT dan pejabat ,mahasiswa pun memliki peran dalam masyarakat yang wajib diketahui lalu diamalkan oleh mereka yang ngaku ngaku dan atau terpaksa menjadi mahasiswa.Lazim dipropagandakan bahwa mahasiswa adalah agent of change,social control,iron stock dan moral force,istilah ini terbilang popular dalam ranah mahasiswa,sehingga logis jika diakatakan mahasiswa sejati adalah mahasiswa yang mampu menjalankan 4 peran tersebut secara maksimal dan berkesinambungan atau istiqomah.Idealnya mahasiswa harus mampu menjalankan peran peran tersebut karena jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari kebanyakan masyarakat karena ilmu yang diperoleh sedikit diatas rata rata masyarakat..sekali lagi,idealnya !,Lagi lagi terdapat fakta miris ketika mahasiswa seakan menganggap dirinya berbeda kelas dengan masyarakat,padahal mahasiswa itu sendiri merupakan bagia dari masyarakat.Mahasiswa semakin terfokus pada studinya,bisinisnya hingga selangkangannya sehingga melupakan keempat peran tersebut dan bersikap tak acuh kepada masyarakat khususnya kaum proletar yang amat berharap pada mahasiswa,benarkan ini idealnya mahasiswa ?

Agent of change adalah peran mahasiswa sebagai bibit atau agen perubahan yang niscaya terjadi,mahasiswa berperan sebagai roda dan pengarah perubahan.Perubahan itu sendiri seharusnya berlandaskan ide yang benar serta memberikan solusi menyeluruh atau komprehensif holistic,bukan solusi parsial alias setengah setengah.Mengapa sistemik,bukankah itu artinya revolusi wahai penulis ? Tepat sekali.Selain bepreran sebagai penggerak perubahan,mahasiswa pun memiliki peran sebagai pihak pengontrol perubahan social.Maksudnya,mahasiswa harus mengamati perubahan sosial,mencari fakta permasalahan serta memberikan dan menyebarkan solusinya kepada mahasiswa dan masyarakat.Peran yang kedua inilah yang saya kira paling memerlukan pengorbanan waktu,tenaga,biaya bahkan nyawa sekalipun untuk menghimpun fakta fakta yang ada dilanjutkan dengan menganalisis masalah masyarat,lalu mencari solusi terhadap masalah yang dianggap penting dan menyebarkan solusinya.

Moral adalah patokan yang digunakan oleh masyarakat sebagai penentu tindakan yang baik dan buruk atau masyarakat manusia sebagai manusia.Sebuah masyarakat akan memerlukan moral sebagai standar umum pendefinisian makna baik dan benar.Disebabkan oleh itulah,perlu adanya sebuah pasukan moral yang mengayomi,memomong dan membimbing masyarakat supaya moral mampu terejawantahkan dalam tiap jiwa dan raga masyarakat..entah dia proletar,borjuis bahkan sudra sekalipun.

Besi suatu saat pasti akan berkarat,rapuh lalu dibuang menuju lubang peristirahatan abadi.begitupun dengan manusia yang berada di titik puncak kekuasaan dan sekelilingnyua.Suka atau tidak suka,percaya atau tidak percaya mereka adalah mantan pemuda atau mahasiswa yang telah menjalani peran sebagai iron stock,Kita tidak berbicara rajinnya mereka dalam rapat,kebecusan mereka dalam menjalankan amanah,serta penderitaan mereka saat menjadi tumpuan iron stock dan proletar untuk mewujudkan kemakmuran dan terdistribusinya harta

Das Solen

Idealnya dalam menjalani masa perkuliahan,tidak hanya IP dan ilmu saja yang dicari namun kontribusinya bagi masyarakat juga wajib dicari.Ilmu yang mahasiswa peroleh semestinya disampaikan kepada masyarakat,karena ilmu tidak akan berguna jika hanya disimpan dan digunakan ketika mencari IP saja.Mahasiswa juga haram berdiam diri terhadap keluh kesah masyarakat hingga keluh kesah  negara,sebuah tamparan keras jika mahasiswa hanya bengong kek ketika ditanyakan perkembangan kasus terkini di Indonesia,untungnya ada beberapa dosen yang menyuruh mahasiswa membuat paper kasus terkini dan itu membuat citra mahasiswa sedikit terselamatkan.Lebih dari itu,diskusi solutif adalah bagian integral dari mahasiswa bukan konser,training ini itu,makrab ini itu dan sebagainya.Mengapa harus diskusi solutif ? Karena beberapa mahasiswa senang berdiskusi namun hanya bisa mengkritik tanpa memberikan tawaran solusi ke pemerintah,jago kritik doang.Tidak salah mahasiswa seperti ini,setidaknya mereka sadar bahwa Indonesia sedang tidak beres hanya kurang ideal saja menurut penulis,mereka 10 kali lebih baik dibanding mahasiswa penyembah IP yang antipati terhadap dinamika social yang terjadi.

Buat Mahasiswa sekarang ….

Mahasiswa seperti kalian dan saya pasti menginginkan perubahan perubahan dan perubahan (lagi),semua perubahan tentu diawali dari diskusi dan teori teori biarpun tidak semua teori menghasilkan perubahan,bukan ? Tidak apalah ketika berdiskusi kita banyak mengkritik,it’s fine dude ! But,kritik hanyalah pemantik untuk solusi solusi yang harus muncul,inilah yang membedakan mahasiswa dengan pecundang.Pecundang hanya bisa mengkritik namun minim solusi,namun mahasiswa sudah semestinya tertanam keinginan untuk memberi solusi terhadap masalah multidimensional negeri ini.

Bangunlah kalian dari kenyamanan saat ini,tidak perlu engkau beralasan terperosok sedalam,sekelam dah sehina apa,selama engkau muslim maka engkau masih mendapat kesempatan bangkit dengan Islam… INSYA ALLAH !!! .Jika engkau berpaling dari islam,maka kembalilah kepada Islam sebelum maut mendatangi raga lemahmu, segera jadikan islam sebagai pandangan hidup termasuk standar benar atau salah.

1660306_1052536761470958_8817223328001978187_n.jpg

 

Mahasiswa Bangkitlah  Dengan Islam !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s