Islam dan HIV/AIDS

Oleh : Maulana B Sanjaya (Mahasiswa Sok Tahu)

https://i1.wp.com/madanionline.org/wp-content/uploads/2013/05/mencegah-aids-perspektif-islam.jpg

Selain perekonomian yang gonjang ganjing,Indonesia juga digempur permasalahan lain yakni pertumbuhan epidemic HIV tertinggi di Asia,bahkan terjadi peningkatan sebesar 162 % sejak 2001 (AIDS Datahub,2014).Mirisnya,ibu rumah tangga menempati peringkat teratas. Jumlahnya mencapai 6.539 di tahun 2014 menurut Perkumpulan keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Mereka adalah korban dari suami mereka yang tertular HIV/AIDS akibat perilaku seks kotor seperti gonta-ganti pasangan, mendatangi lokalisasi atau penyalahgunaan narkoba dengan jarum suntik dari pengguna yang mengidap HIV/AIDS,lalu menyebar kepada anak Menurut data Kemenkes, jumlah HIV/AIDS pada anak usia 0-4 dan 5-14 tahun terus meningkat dari 2010 hingga 2013.

Penanganan penyakit HIV/AIDS sekarang lebih fokus pada pengobatan atau minimalisasi dampak AIDS daripada preventif atau pencegahan. Padahal sesungguhnya penanganan yang paling tepat justru pada preventif atau pencegahan ibarat pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati.Saat ini,pencegahan hanya berfokus pada pewajaran penggunaan kondom (ABC (Abstinence-Be faithful-Condom) untuk tukang “jajan” namun faktanya,kenaikan jumlah pengidap HIV AIDS mengalami kenaikan yang diiringi pula kenaikan tingkat liberalnya masyarakat daerah tersebut. Hal ini seakan mengiyakan bahwa usaha pencegahan penularan penyakit ini perlu perbaikan.

Dewasa ini,tindakan yang dilakukan di Indonesia dan seluruh dunia untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS akan berujung pada kebuntuan karena focus mereka hanyalah tindakan kuratif bukan preventif.Tindakan yang seharusnya mereka lakukan adalah tindakan preventif seperti pencegahan perilaku seks bebas,westernisasi,dan gaya hidup semau gue dengan peningkatan ketakwaan dan kepatuhan terhadap syariat Islam.

Islam memandang bahwa perbuatan zina adalah perbuatan keji dan tergolong dosa besar.Barang siapa yang sanggup menghindarinya maka Allah memberikan ganjaran yang besar. Sabda Nabi SAW.

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى ظِلِّهِ ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ… وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ إِلَى نَفْسِهَا قَالَ إِنِّى أَخَافُ اللَّهَ»

“Tujuh golongan yang Allah naungi mereka pada hari kiamat dalam naungannya, hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya;…seorang pemuda yang diajak berzina oleh wanita  yang cantik dan kaya tapi ia menolak dan mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’.” (HR. Bukhari).       

Kebutuhan biologis adalah sebuah kebutuhan yang Allah anugerahkan kepada manusia sehingga manusia sebagai ciptaanya wajib menggunakan syariat Allah dalam memuaskan kebutuhannya. Islam hanya melegalkan pernikahan pria dengan wanita sehingga manusia bisa terus mempertahankan keturunan. Islam mengharamkan pintu perzinahan walaupun dilakukan atas dasar sukarela atau suka sama suka.

Selain itu,Islam juga mengancam dengan sanksi keras bagi para pelaku perzinahan yaitu sanksi cambuk bagi pezina yang belum menikah (ghayru muhshan) dan sanksi rajam hingga mati bagi pelaku yang telah menikah (muhshan). Sanksi sangat tegas ini menjadi preventif perbuatan zina di masyarakat.Akibatnya,manusia akan berfikir seribu kali ketika ingin berzina .Wallâh a’lam bi ash-shawâb

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s