Kesurupan Jin Aktivis

Siang hari setelah jumatan di sebuah warkop dekat masjid “Istiqomah” .Kalau Ustad Ahmad yang menjadi khatib, Heriawan seakan “wajib”  mampir ke warung kopi setelah shalat selesai,durasi khutbah yang sangat lama,45 menit menyebabkan tidak sedikit jamaah yang tertidur termasuk Heriawan,parahnya dia masih ketiduran saat imam ruku’ dan terpaksa mengulang 1 rakaat .”Bang,kopi mandailing satu,gak pake krimer,gula dikit” Tiba tiba datang ikhwan,kawan Heriawan.Setelah Ikhwan duduk,ia langsung memesan kopi hitam plus nasi kornet telor alias Nasi Kolor.Seperti kawan baik  pada umumnya,tanpa salam ia langsung bertanya ke Heriawan”Her,agama lu apa sih ?”.”Ini anak tanya aneh aneh”gumam Heriawan.”Islam alhamdulillah,enggak liat kalo gua pake koko ginian habis balik dari shalat jumat,lah elu sendiri ngapain ga jumatan ?””Eh,gua prihatin sob.Soal kekacauan negeri tercinta,khususnya moral anak muda,sampai sampai di bulletin jumat ini dikasih judul Indonesia Darurat Zina” ,jawab Ikhwan.”Ebuset,lu kesambet jin aktivis ? Udah ga solat tapi mikirin negeri ini”canda Heriawan.”Kemarin gua kan sempet denger radio dakwah,katanya riba itu haram,zina itu haram,dan boncengan cewek cowok yang belum kimpoi juga haram,kok sekarang banyak yang ngelakuin padahal mayoritas KTP nya Islam ?”lanjut Ikhwan.“Mmmm”Heriawam hanya bisa berdehem.Setelah Ikhwan mengeluarkan tablet,dia melanjutkan ucapannya ”Terus kata orang BKKBN Pusat,bapak  Hardianto waktu kapan gitu,kalau Indonesia punya 64 juta remaja yang rentan seks bebas, tingkat kelahiran pada usia remaja terjadi 48/1000 kelahiran,ya kali zaman sekarang remaja udah nikah.””Ditambah mudahnya ngakses bokep,ngibulin internet positif,lokalisasi dihalalkan,terus banyak juga meme di internet yang mendorong anak muda buat pacaran bukan nikah,biasanya sih jombo dibully gak laku”.Heriawan melongo,tampak tidak percaya kawan baiknya berubah,biasanya ngobrolin game kalau gak anime .”Nah,Jadi sekitar 1000 bayi dilahirkan dalam suatu waktu, paling gak 48 mbrojol dari rahim remaja,bener gak tuh ? “lanjut Ikhwan sambil membuka note dari tablet usangnya.”Wah miris ya,kita mayoritas kan? ”kata Heriawan sambil menikmati kopi mandailing pesanannya.”Nah terus kan mereka mayoritas Islam,yang gua tanyain itu Islam kita dan mereka yang sekarangi bener ga sih atau ada yang kurang,atau gimana menurut lu ?”Tanya Ikhwan sembari membuka  tablet.

Nasi pesanan Ikhwan sudah disajikan di meja makan warkop,tanpa dikomando lagi kegiatan pemenuhan hajatul udawiyah dilakukan oleh Ikhwan,”Nanti gua lanjutin,belum makan dari pagi”.Sambil menikmati kopi,Heriawan merasa gundah,tak bisa menjawab pertanyaan Ikhwan yang sederhana itu,karena selama ini Ikhwan sering nanya  soal dalil ini itu dan bisa ia jawab sekatligus penjelasan ulama tentang itu .Ikhwan yang peka dengan kegundahan Heriawan mulai mencairkan suasana,”Her,gua tadi ga jumatan gara gara ketiduran,tau sendiri kan ,gua ada shift di warkop desa sebelah tadi malam””Gua kira sengaja,sori sori” “Ah elu ,suudzon mulu ke gua”.Setelah 15 menit dihabiskan untuk makan….“Alhamdulillah,kenyang”gumam Setiawan.”Pulang ah”.”Elu katanya mau ngelanjutin obrolan tadi,makan bisa bikin lupa ingatan ya ? sindir Heriawan.”Iya iya,sampai mana tadi,Islam sekarang gimana menurut lu? tanya Ikhwan memulai diskusi.”Islam sekarang ga beda sih dengan dulu zaman Rasulullah,toh quran masih sama dan dijaga,al hijr ayat 9 cuman ada banyak gak diterapkan.”.”Yaudah terapin aja,repot amat,bukannya hukum Allah wajib ditaati,kemarin lu ngejelasin QS. Al maidah: 49,kita muslim kan ?’.”Cambukin pelacur dan potong tangan napi koruptor satu satu gitu ?.

“Ikhwan,kamu itu ngaji jangan separo separo,harus runtut,neg mau nerapin hukum islam harus di negara Islam” sesosok lelaki berkopiah muncul dari dalam warkop,”Ustad Ahmad ?” kedua pemuda yang asyik ngobrol kaget.”Iya,apa kabar ?”jawab ustad Ahmad.”Sep,kasih mereka kopi mandailing dan 1 kopi aceh buat saya ”.”Siap tad”jawab pemuda yang dipanggil Sep tadi.”Sambil membuka karpet warkop,dengan isyarat tangan menyuruh kami membantu.”Gausah malu, ayo duduk l disini”.”Ikhwan,saya dikasih tau ibumu kalau kamu mengalami perbedaan setelah ada internet,katanya jadi koar koar hukuman mati buat pezina,benar gitu ?”.”Iya ustad itu semua benar,negeri ini darurat zina”jawab Ikhwan dengan lugas.”Maaf,ustad Ahmad juragan warkop ya ?”Setiawan menyela.”Iya nak,bisa lanjutkan diskusi”.Setelah anggukan kepala kedua pemuda tersebut,beliau melanjutkan diskusinya.” Silakan kalau ingin membantah atau setuju,tapi duduk dan dengarkan dulu””Begini,untuk memberantas zina dari negeri ini,ngawur kalau cuman membahas masalah zina.Perzinaan di negeri Indonesia merajalela ini karena diterapkannya system busuk demokrasi,dalam demokrasi,aturan kehidupan dibuat dari manusia yang terbatas dan rentan dipengaruhi banyak kepentingan,misalnya tentang lokalisasi yang dilegalkan di beberapa tempat dengan banyak alasan,belum lagi soal majalah dewasa yang kalo diganggu,redaksinya membela diri dengan kebebasan berekspresi dijamin demokrasi,tidak ada kewajiban menutup aurat buat perempuan, edan to ?”.

”Jelas edan wahai setiawan tukang tidur dan Ikhwan ,demokrasi itu lahirnya dari sekelurisme,paham memisahkan agama dan kehidupan,hasilnya ada ustad tapi ustadnya anti politik,ada politikus tapi gamau pake aturan agama Islam.””Jadi,apa yang harus kita lakuin ustad Ahmad yang bijaksana ?”Tanya Setiawan dengan muka sebal karena disindir.”Yang jelas bukan tidur saat khutbah wahai makhluk akhir zaman,kita harus mencari solusi untuk permasalahan sistemik ini,yaitu system pengganti yang sesuai fitrah manusia yaitu system khilafah islam.Peran kita sebagai muslim,ya bergabung dengan jamaah yang memperjuangkannya dan turut serta dan berjuang.””Khilafah kan janji Allah tad,kata ustad Ahmad tadi di khutbah”Ikhwan menyela.”Setiawan,ada apa denganmu,sudah khutbah tidur,menyela orang tua ngomong,mau disiram air ?”celetuk ustad Ahmad sambil memegang gelas.”Kamu tidur,dengerinnya ga sempurna,tadi saya bilang kalau Khilafah itu janji Allah namun ada pahala lebih bagi mereka yang memperjuangkannya daripada mereka yang duduk diam.”.”Untuk masalah pidana islam dan lain lain buat pelaku zina,metode menegakkan system khilafah gak bakal cukup kalau dibahas disini.”Terus ?”tanya Ikhwan dan setiawan serempak, “Hari sabtu,kalian ngaji ke rumah saya di samping warkop ini,bagaimana ?.”Jam 4 ustad,saya dan Ikhwan kebetulan diajak acara pak RT sampai ashar”Setiawan menimpali,”Awas ga dateng,saya punya nomor orang tua kalian !”kelakar Ustad Ahmad.”Ampun ustad”.”Harus dalam khilafah islam kalau mau make hokum Islam,dan salah satu yang membedakan umat Islam sekarang dengan dulu adalah tidak adanya khilafah jadi houkum Islam tidak diterapkan dan hasilnya adalah negeri darurat zina,nggeh ustad ?”sela pelayan warkop.”Benar,sep”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s