Kebangkitan bangsa : Cukupkah hanya dengan Pemberantasan Korupsi ? (1 dari 2)

333167172552779244f06bb9b075c5e4_13425576441883284133 Siapa yang tidak kenal dengan kata korupsi di zaman reformasi saat ini ? Korupsi seolah menjadi buah bibir lintas elemen masyarakat ,hal ini wajar mengingat di media elektronik,media cetak,hingga sosial media sekalipun,banyak terdapat berita mengenai kasus korupsi yang terjadi di negeri ini.MenurutIndonesia Corruption Watch (ICW) Dalam 1 dasawarsa terakhir (2003-2013) ,dari bidang pendidikan saja tercatat 296 kasuskorupsi pendidikan dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp619,0 miliar telahditangani oleh pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK),bagaimana dengan bidang lain ? Belum lupa dari ingatan kita mengenai kasuskorupsi pengadaan kitab suci Al-Qur’an yang merugikan negara puluhan miliarrupiah.Jangan lup kasus korupsi impor daging sapi terlepas dari adanyakontroversi “jebak menjebak “,beberapa kasus korupsi di atas membuktikan bahwakorupsi bukan hanya omong kosong tapi fakta tidak mengenakkan yang terjadi dinegeri tercinta ini.Pemerintah dan elemen elemen masyarakat  bukan tidak sadar terhadap fakta korupsi yangmerajalela di negeri ini,pada tahun 2003 pemerintah membentuk KPK   untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Komisiini didirikan berdasarkan  Nomor30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,sedangkandari elemen masyrakat sendiri muncul berbagai LSM Anti korupsi bak cendawan dimusim penghujan pasca reformasi,seperti Indonesia Corruption Watch,LSM Badarhingga KajianAnti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM).Gantung-Koruptor-568x434

BATU TERJAL

Namun,usaha“Serius” pemerintah dan LSM menemui batu terjal bahkan ada oknum KPK dan LSMyang menyalahgunakan fungsi mereka sebagai “pemberantas” korupsi untukkepentingan pribadi,beberapa waktu lalu dilansir dari Republika .co.id , Kepolisian Resort Kabupaten Biak Numfor,Papua menahan oknum LSM antikorupsi berinisial PA yang diduga melakukanpemerasan kepada pengusaha senilai 25 juta.KPK sendiri turut kecolongan denganadanya pihak yang mengaku ngaku anggota KPK untuk memeras suatu pihaktertentu,sungguh ironis.KPK pun tak luput dari berbagai tudingan miring sepertijanji “Petinggi” untuk bertindak “A” namun tidak pernah terwujud hingga saat ini,ketidak tegasan KPK pada kasus bank Century wajib kita catat.Terlepasdari berbagai prestasi KPK untuk pengungkapan kasus kasus lain.Di samping itu,usaha usaha pencerdasan masyarakat juga dilakukan oleh elemen kampus dengandiadakannya propaganda,lomba,atau apapun itu yang terkait pencegahan korupsidan semacamnya,termasuk larangan plagiarisme dan mencontek.Patut disyukuri,bahwa pasca reformasi kita saksikan menjamurnya berbagai usaha daninovasi dalam “Pencegahan” korupsi.Namun,beranikah kita berkata bahwapencegahan korupsi sudah manjur ?

untitled(3)

Gagasan Hukuman Mati

Muncul gagasan untuk menghukum matikoruptor seperti yang diperjuangkan oleh mantan ketua MK Mahfud MD.”Mari diperjuangkan bahwa UU direvisi, bahwa hukuman mati harusdijatuhkan tanpa harus menunggu krisis yang ukurannya juga tidak jelas”dilansirdari sindonews.com,beliau menegaskan bahwa hukuman mati untuk koruptor bisadilakukan mengingat hukuman mati untuk pelaku narkoba dan kasus terorisme sudahbisa dilaksanakan.hal ini seakan memperkuat pendapat dari pakar hukum pidana Universitas Sumatera Utara (USU) DrP edastaren Tarigan,SH, mengatakan para koruptor yang telah merugikan keuangannegara, sudah sepantasnya dijatuhi hukuman mati, sehingga dapat membuat efekjera.”Ganjaran hukuman mati itu, merupakan langkah yang dinilai palingtepat diterapkan bagi koruptor yang ada di negeri ini” dikutip dari Antaranews.com.Solusi hukuman mati bukannya tanpa kontra,mantan wakil gubernurDKI Jakarta yang sekarang menjadi  Gubernur Jakarta,Basuki Tjahaja Purnama berpendapat bahwa hukuman mati tidak cocok,namun hukuman seumur hidup tanpa remisi cocokditerapkan untuk koruptor , “Kalau seumur hidu poke, jadi ada kesempatan untuk bertobat. Tapi nanti enggak ada remisi-remisi yadipenjara, ” (http://news.metrotvnews.com/).Hukuman mati untuk koruptor sendiri bukan hal asing di dunia ini,tak usahlahjauh jauh ke eropa sana,tengoklah ke Singapura dengan masyarakatnya yangsejahtera secara materi dan,jadi beranikah menyebut hukuman mati yang juga  tedapat dalam syariat Islam adalah hukuman barbar,think again !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s